SKRIPSI IF
CR DALAM MENDETEKSI NOMOR BIB PAPERBANDINGAN KINERJA TESSERACT OCR DAN EASYODA FOTO PESERTA EVENT OLAHRAGA PERBANDINGAN KINERJA TESSERACT OCR DAN EASYOCR DALAM MENDETEKSI NOMOR BIB PADA FOTO PESERTA EVENT OLAHRAGA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa dua metode Optical
Character Recognition (OCR), yaitu Tesseract OCR dan EasyOCR, dalam mendeteksi
nomor bib pada foto peserta event olahraga. Permasalahan utama yang dihadapi adalah
proses pencarian foto peserta secara manual dari ribuan hasil dokumentasi yang
memakan waktu lama dan kurang efisien. Nomor bib sebagai identitas unik peserta
dapat dimanfaatkan sebagai kunci pencarian, namun memerlukan teknologi deteksi
otomatis yang tepat agar dapat digunakan secara optimal. Penelitian ini menggunakan
metode eksperimen kuantitatif dengan menguji kedua metode OCR pada total 203
gambar yang dibagi dalam empat skenario, yaitu jarak dekat, jarak sedang, jarak jauh,
dan rombongan. Parameter pengujian yang digunakan meliputi akurasi, presisi, Recall,
F1-Score, Character Error Rate (CER), dan waktu pemrosesan. Hasil pengujian
menunjukkan bahwa EasyOCR memiliki akurasi rata-rata sebesar 79,8%, sedangkan
Tesseract hanya mencapai 7,3%. EasyOCR juga unggul secara signifikan dalam hal
presisi, rekal, F1-Score, dan CER, namun Tesseract lebih unggul dalam kecepatan
waktu pemrosesan dengan rata-rata 2,5 detik dibandingkan EasyOCR yang
membutuhkan waktu 30,06 detik per gambar pada pemrosesan CPU. Berdasarkan
hasil tersebut, EasyOCR dipilih sebagai metode yang diimplementasikan pada sistem
pencarian foto berbasis web karena tingkat akurasi yang tinggi lebih diutamakan guna
memastikan peserta dapat menemukan foto mereka dengan tepat.
Kata Kunci: OCR, Tesseract, EasyOCR, nomor bib, deteksi teks, pencarian foto
vi
ABSTRACT
This research aims to compare the performance of two Optical Character
Recognition (OCR) methods, namely Tesseract OCR and EasyOCR, in detecting bib
numbers on photos of sports event participants. The main problem faced is the
manual process of searching for participant photos from thousands of documentation
results, which is time-consuming and inefficient. The bib number as a unique
participant identity can be used as a search key, but it requires appropriate automatic
detection technology to be utilized optimally. This research uses quantitative
experimental methods by testing both OCR methods on a total of 203 images divided
into four scenarios: close-up, medium distance, long distance, and group photos. The
testing parameters used include accuracy, precision, recall, F1-Score, Character
Error Rate (CER), and processing time. The results show that EasyOCR achieves an
average accuracy of 79.8%, while Tesseract only reaches 7.3%. EasyOCR also
significantly outperforms Tesseract in precision, recall, F1-Score, and CER; however,
Tesseract is faster in processing time, averaging 2.5 seconds compared to EasyOCR,
which requires 30.06 seconds per image on CPU processing. Based on these findings,
EasyOCR is selected as the method to be implemented in the web-based photo search
system because high accuracy is prioritized to ensure participants can find their
photos correctly.
Keywords: OCR, Tesseract, EasyOCR, bib number,
| S260908010 | Perpustakaan STMIK AMIKBANDUNG | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain