SKRIPSI IF
PERANCANGAN VIDEO ANIMASI 3D PENGENALAN PROGRAM BURUAN SAE RW 03 KELURAHAN SARIJADI KOTA BANDUNG
ABSTRAK
Pertumbuhan populasi Kota Bandung yang mencapai 2,59 juta jiwa berdampak pada penyusutan lahan pertanian dan ruang terbuka hijau, sehingga menimbulkan tantangan terhadap ketahanan pangan perkotaan. Program Buruan SAE yang diinisiasi oleh Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung hadir sebagai solusi urban farming berbasis masyarakat dengan memanfaatkan lahan sempit secara produktif. Salah satu implementasinya terdapat di RW 03 Kelurahan Sarijadi melalui komunitas Buruan SAE Sauyunan. Meskipun telah meraih berbagai prestasi, program ini menghadapi permasalahan berupa rendahnya partisipasi masyarakat, khususnya remaja usia 17–21 tahun, akibat kurangnya sosialisasi yang efektif dan persepsi bahwa kegiatan pertanian kurang relevan dengan perkembangan zaman.
Penelitian ini bertujuan merancang video animasi 3D sebagai sarana pengenalan delapan program utama Buruan SAE kepada remaja RW 03 Sarijadi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan metode perancangan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil analisis menunjukkan adanya kesenjangan persepsi dan minimnya eksposur informasi yang menyebabkan rendahnya keterlibatan generasi muda.
Animasi 3D berdurasi 1 menit 25 detik di rancang dengan gaya visual low poly. Animasi menampilkan alur transformasi seorang remaja yang awalnya tidak peduli terhadap lingkungan menjadi tertarik dalam kegiatan Buruan SAE. Media ini didistribusikan melalui platform Instagram resmi milik Buruan SAE RW 03 Sarijadi Bandung sebagai bentuk pengenalan program Buruan SAE. Hasil perancangan menunjukkan bahwa animasi 3D berpotensi menjadi media komunikasi visual yang efektif dalam mengenalkan remaja terhadap program Buruan SAE.
Kata Kunci: Animasi 3D, Buruan SAE, Sosialisasi, Ketahanan Pangan, Remaja, Urban Farming.
ABSTRACT
The population growth of Bandung City, reaching 2.59 million residents, has resulted in the reduction of agricultural land and green open spaces, creating challenges for urban food security. The Buruan SAE program, initiated by the Department of Food and Agriculture of Bandung City, was established as a community-based urban farming solution by utilizing limited land productively. One of its implementations is located in RW 03, Sarijadi Village, through the Buruan SAE Sauyunan community. Despite achieving various accomplishments, the program faces challenges in the form of low community participation, particularly among teenagers aged 17–21, due to ineffective socialization and the perception that farming activities are no longer relevant in modern times.
This study aims to design a 3D animated video as a medium to introduce the eight main programs of Buruan SAE to teenagers in RW 03 Sarijadi. The research employs a qualitative approach through observation, interviews, and documentation, while the design method applies the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). The analysis results indicate a perception gap and limited information exposure that contribute to low youth engagement.
The 1 minute and 25 seconds 3D animation was designed using a low-poly visual style. The animation presents the transformation of a teenager who initially shows indifference toward the environment but later becomes interested in participating in Buruan SAE activities. The media is distributed through the official Instagram platform of Buruan SAE RW 03 Sarijadi Bandung as a promotional and introductory tool. The results demonstrate that 3D animation has strong potential as an effective visual communication medium to introduce teenagers to the Buruan SAE program.
Keywords: 3D Animation, Buruan SAE, Urban Farming, Socialization, Teenagers, Food Security.
| S260331005 | 607.2 ELF p | Perpustakaan STMIK AMIKBANDUNG | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain