SKRIPSI IF
PERANCANGAN MOTION GRAPHIC SEBAGAI MEDIA EDUKASI PEMILAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KELURAHAN CIBADUYUT KIDUL
ABSTRAK
Permasalahan sampah rumah tangga yang kian meningkat di Kota Bandung, terutama akibat dominasi sektor rumah tangga sebagai penyumbang timbulan sampah harian, mengindikasikan perlunya inovasi dalam pengelolaan sampah berbasis sumber.
Meskipun telah ada regulasi dan program seperti Kang Pisman, kesadaran dan praktik pemilahan sampah di tingkat rumah tangga masih rendah, terutama di Kelurahan Cibaduyut Kidul, di mana sampah sering dibuang dalam kondisi tercampur. Penelitian ini bertujuan untuk merancang motion graphic sebagai media edukasi pemilahan sampah rumah tangga yang ditujukan bagi remaja usia 14--21 tahun, dengan fokus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka. Metode penelitian menggunakan model ADDIE yang meliputi analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil analisis menunjukkan tingginya kebutuhan akan media edukasi visual yang menarik dan mudah dipahami oleh remaja. Motion graphic
berjudul "PISAH JAGA" dikembangkan dengan gaya visual kartun berbasis vektor dan flat design, menggunakan warna sebagai penanda jenis sampah (organik, anorganik, residu), serta alur cerita yang runtut dan komunikatif. Tahap implementasi
melalui uji coba terbatas kepada 10 remaja menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman mereka mengenai jenis sampah, alur pemilahan, dan manfaatnya. Evaluasi menunjukkan bahwa motion graphic ini efektif dalam menyampaikan pesan
edukasi, meskipun masukan terkait durasi dan interaktivitas perlu dipertimbangkan untuk pengembangan lebih lanjut. Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan media edukasi inovatif yang mendukung program pengelolaan sampah berbasis
komunitas dan kesadaran lingkungan pada generasi muda.
Kata kunci: Motion Graphic, Edukasi Lingkungan, Pemilahan Sampah, Remaja, Model ADDIE
ABSTRACT
Household waste remains a serious environmental issue in Bandung City, primarily due to the low level of public awareness and understanding of waste separation at the source. Kelurahan Cibaduyut Kidul is one of the areas affected by this problem, particularly among adolescents who have significant potential as agents of change. However, the lack of educational media that aligns with adolescents' characteristics poses a challenge in improving waste separation awareness. This study aims to design a motion graphic as an educational medium for household waste separation targeted at adolescents in Kelurahan Cibaduyut Kidul. The research employs a qualitative method using the ADDIE instructional design model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Data were collected through observation, interviews with environmental activists, and relevant literature studies. The collected data served as the basis for developing the visual concept, narration, and storyline of the motion graphic. The results indicate that the designed motion graphic is able to convey information about organic, inorganic, and residual waste separation in a clear, concise, and engaging manner for adolescents. The use of a simple visual style, representative color schemes, and communicative narration facilitates audience comprehension. Based on limited implementation and evaluation, this motion graphic shows potential as an effective educational medium and can support the Kang Pisman program at the local level.
Keywords: Motion Graphic, Environmental Education, Waste Separation, Adolescents, ADDIE.
| S260331002 | 607.2 IDR p | Perpustakaan STMIK AMIKBANDUNG | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain