Text
ISTIRAHATKAN DIRIMU DARI KESIBUKAN DUNIAWI
Arih nafsaka! Istirahatkan dirimu... Apa yang sudah diatur Allah, tidak perlu kau sok-sokan ikut mencampurinya.
Apalagi sampai meragukan keberlangsungan pengaturan-Nya (tadbir). Sebagai makhluk, tentu kita tetap perlu berusaha (ikhtiar). Tapi kita tidak perlu cemas, apalagi sampai lupa diri bahwa jika bukan karena usaha kita, sesuatu tidak akan terwujud atau suatu masalah tidak bisa terselesaikan. Itu sombong, namanya.
Kecemasan kita adalah kewajaran yang manusiawi, tapi jika berlebihan itu bisa menjadi sikap tidak sopan (su'ul adab) kepada-Nya-seakan kita menafikan keberadaan Allah yang Mahakuasa dan Mengatur segalanya. Bersabarlah! Gusti Allah tidak tidur, semua telah diatur oleh-Nya.
Kitab at-Tanwir karya penulis al-Hikam ini sangat dahsyat, menjelaskan batasan antara ikhtiar dan tawakal secara lengkap dan rinci. InsyaAllah bisa menjadi pegangan kita untuk tetap berada di jalan lurus-Nya, tanpa kehilangan sikap optimis di tengah kehidupan dunia yang serba materialis ini. Di tangan Ibnu Atha'illah (1250 M-1309 M), tasawuf yang terkesan sulit dan melangit, menjadi sangat membumi, solutif, dan relevan untuk menjawab berbagai problematika hidup kita. Selamat membaca dan mengamalkan!
| B251027001 | 297.5 IBN i | Perpustakaan STMIK AMIKBANDUNG | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain