Text
HIDUPKU KENAPA GINI-GINI AJA
Di sosial media, dia terlihat seperti memiliki kehidupan yang sempurna. Foto-foto ceria dan status-status bahagia menghiasi akunnya, memberikan kesan bahwa dia selalu menikmati setiap momen. Namun, di balik layar, ternyata hatinya rapuh dan hampa.
Tak ada yang menduga, ia mengenakan senyuman palsu di wajahnya, berusaha menyembunyikan luka dan kekecewaannya yang terpendam di hatinya. Dia memendam perasaan dan emosinya, takut dianggap lemah jika menunjukkan ketidakbahagiaannya.
Ketika senja menyapa dan malam telah tiba, dia terduduk sendirian di kamarnya, memandang ke luar jendela yang gulita, ia tersadar, betapa hidupnya terasa kosong tak bermakna. Dia merindukan kebahagiaan yang tulus, yang tidak perlu dipalsukan untuk membuat kagum orang lain.
Buku ini mengajak kita berkontempelasi, melihat jauh di dalarn diri kita sendiri dan mempertanyakan definisi dari kebahagiaan sejati.
"Saat kita berhenti berusaha memenuhi ekspektasi orang lain, kita akan menemukan apa yang sebenarnya penting bagi hidup kita."
| B251020026 | 158.1 AHM h | Perpustakaan STMIK AMIKBANDUNG | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain