SKRIPSI SI
PEMETAAN GEOSPASIAL DAERAH POTENSI TERDAMPAK ERUPSI EKSISTING GUNUNGAPI MERAPI MENGGUNAKAN WEBGIS (STUDI KASUS AREA TAMAN NASIONAL GUNUNGAPI MERAPI DENGAN AOI : KABUPATEN MAGELANG, SLEMAN, KLATEN DAN BOYOLALI)
ABSTRAK
Indonesia merupakan negara yang rawan bencana geologi karena berada pada jalur Cincin Api Pasifik. Salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia adalah Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktivitas erupsi Merapi memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat dan lingkungan, khususnya di wilayah Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah potensi terdampak erupsi eksisting Gunung Merapi dengan memanfaatkan citra satelit Landsat 5, 7, dan 8 melalui teknik klasifikasi terbimbing menggunakan plugin SCP pada perangkat lunak QGIS. Hasil pemetaan ditampilkan dalam bentuk WebGIS interaktif menggunakan Leaflet.js untuk memberikan akses informasi spasial yang mudah dan informatif. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data, pra-pemrosesan, klasifikasi citra, analisis spasial, dan pembangunan WebGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan geospasial ini dapat digunakan sebagai referensi awal untuk mendukung upaya mitigasi bencana dan edukasi kebencanaan. Meskipun belum dapat dijadikan sistem operasional resmi, WebGIS ini dapat membantu pemerintah daerah, peneliti, dan masyarakat dalam memahami potensi risiko erupsi Gunung Merapi secara spasial.
Kata kunci: Gunung Merapi, WebGIS, citra satelit, klasifikasi terbimbing, pemetaan geospasial, TNGM
ABSTRACT
Indonesia is a disaster-prone country due to its location on the Pacific Ring of Fire. One of the most active volcanoes in the region is Mount Merapi, located on the border of Central Java and the Special Region of Yogyakarta. Its frequent eruptions have significant impacts on surrounding communities and the environment, particularly within the Mount Merapi National Park (TNGM) and nearby areas. This study aims to map the existing eruption-affected zones using Landsat 5, 7, and 8 satellite imagery processed through supervised classification with the Semi-Automatic Classification Plugin (SCP) in QGIS. The results are presented in an interactive WebGIS platform built using Leaflet.js, providing easy and accessible spatial information for users. The methodology involves data collection, pre-processing, classification, spatial analysis, and WebGIS development. The analysis focuses on areas within the park and the surrounding districts of Magelang, Sleman, Klaten, and Boyolali. The outcome offers a visual representation of eruption impact zones, which can serve as an early reference for disaster mitigation and educational purposes. Although the system developed in this study does not meet the operational standards of disaster management agencies, it contributes valuable insights for local governments, researchers, and the public in understanding volcanic risk areas spatially.
Keywords: Mount Merapi, WebGIS, satellite imagery, supervised classification, geospatial mapping, TNGM
| S250930013 | 607.2 IND p | Perpustakaan STMIK AMIKBANDUNG | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain