SKRIPSI SI
PEMETAAN DISTRIBUSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN DARA CHIRPS PERIODE 2014-2024 UNTUK EVALUASI ZONASI HUTAN DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan distribusi curah hujan menggunakan data CHIRPS (Climate Hazards Group InfraRed Precipitation with Station Data) periode 2014–2024 dan mengevaluasi zonasi kawasan hutan di Provinsi Kalimantan Timur berdasarkan variabel biofisik. Kalimantan Timur dipilih karena memiliki kawasan hutan yang luas namun mengalami tekanan tinggi akibat aktivitas pembangunan, termasuk pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan empat parameter utama: curah hujan, kemiringan tanah, jenis tanah, dan tutupan lahan. Setiap parameter diolah dalam format raster dan diklasifikasi ulang berdasarkan tingkat kesesuaian terhadap fungsi hutan. Analisis dilakukan menggunakan metode Weighted Overlay dengan pembobotan: kemiringan (40%), tutupan lahan (30%), jenis tanah (20%), dan curah hujan (10%). Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah yang tergolong “Sangat Sesuai” (S3) tersebar di bagian tengah dan utara provinsi dengan karakteristik kemiringan landai, tanah subur, dan tutupan hutan alami. Sebaliknya, wilayah dengan tingkat kesesuaian rendah (S1 dan N) didominasi oleh area terbangun, curah hujan rendah, dan kemiringan curam. Penelitian ini menghasilkan peta zonasi kesesuaian hutan yang dapat dijadikan acuan dalam perencanaan pengelolaan hutan berkelanjutan dan mitigasi alih fungsi lahan di Kalimantan Timur.
Kata kunci: CHIRPS, zonasi hutan, curah hujan, evaluasi spasial, Kalimantan Timur, SIG, Weighted Overlay
ABSTRACT
This study aims to map rainfall distribution using CHIRPS (Climate Hazards Group InfraRed Precipitation with Station Data) data for the 2014–2024 period and evaluate forest area zoning in East Kalimantan Province based on biophysical variables. East Kalimantan was chosen because it has extensive forest areas but is experiencing high pressure due to development activities, including the relocation of the National Capital City (IKN). This study uses a quantitative descriptive approach based on Geographic Information Systems (GIS) with four main parameters: rainfall, slope gradient, soil type, and land cover. Each parameter is processed in raster format and reclassified based on the level of suitability for forest functions. The analysis was conducted using the Weighted Overlay method with weightings: slope (40%), land cover (30%), soil type (20%), and rainfall (10%). The results of the analysis show that areas classified as "Highly Suitable" (S3) are spread across the central and northern parts of the province with characteristics of gentle slopes, fertile soil, and natural forest cover. Conversely, areas with low suitability levels (S1 and N) are dominated by built-up areas, low rainfall, and steep slopes. This research produces a forest suitability zoning map that can be used as a reference in sustainable forest management planning and land conversion mitigation in East Kalimantan.
Keywords: CHIRPS, forest zoning, rainfall, spatial evaluation, East Kalimantan, GIS, Weighted Overlay
| S250929015 | 607.2 AUR p | Perpustakaan STMIK AMIKBANDUNG | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain