SKRIPSI SI
PEMETAAN POTENSI KERAWANAN BANJIR DI KOTA BANDUNG BERBASIS WEBGIS
ABSTRAK
Kota Bandung merupakan wilayah perkotaan yang memiliki potensi tinggi terhadap bencana banjir akibat kondisi topografi cekungan, curah hujan tinggi, serta alih fungsi lahan yang masif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi kerawanan banjir di Kota Bandung dengan pendekatan geospasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan menyajikannya dalam bentuk WEBGIS interaktif. Metode yang digunakan adalah overlay berbobot terhadap empat parameter utama, yaitu curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, dan penggunaan lahan. Penentuan bobot dilakukan dengan menggunakan pendekatan Analytic Hierarchy Process (AHP), di mana penggunaan lahan memiliki bobot tertinggi sebesar 35%, disusul kemiringan dan curah hujan masing-masing 25%, serta jenis tanah sebesar 15%.
Data spasial diperoleh dari berbagai sumber terpercaya seperti CHIRPS untuk curah hujan, DEMNAS untuk kemiringan lereng, ISRIC SoilGrids untuk jenis tanah, dan citra RBI BIG untuk penggunaan lahan. Seluruh data diolah menggunakan perangkat lunak ArcGIS melalui proses klasifikasi, skoring, dan overlay spasial untuk menghasilkan peta zonasi kerawanan banjir. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi hingga sangat tinggi terkonsentrasi di bagian timur dan tenggara Kota Bandung, sedangkan wilayah barat laut dan utara umumnya memiliki tingkat kerawanan yang lebih rendah.
Peta hasil analisis diintegrasikan ke dalam platform WEBGIS agar dapat diakses secara luas dan digunakan sebagai acuan dalam peningkatan kewaspadaan, edukasi publik, serta perencanaan wilayah yang lebih adaptif terhadap risiko banjir.
Kata kunci: SIG, WEBGIS, kerawanan banjir, overlay berbobot, Kota Bandung
ABSTRACT
Bandung City is an urban area with a high potential for flood disasters due to its basin-shaped topography, high rainfall intensity, and extensive land-use changes. This study aims to map flood vulnerability potential in Bandung City using a geospatial approach based on Geographic Information Systems (GIS) and present the results through an interactive WEBGIS platform. The method used is weighted overlay analysis of four main parameters: rainfall, slope, soil type, and land use. The weighting process was carried out using the Analytic Hierarchy Process (AHP), in which land use received the highest weight of 35%, followed by slope and rainfall at 25% each, and soil type at 15%.
Spatial data were obtained from trusted sources such as CHIRPS for rainfall, DEMNAS for slope, ISRIC SoilGrids for soil type, and RBI BIG imagery for land use. All data were processed using ArcGIS software through classification, scoring, and spatial overlay to produce a flood vulnerability zoning map. The results show that areas with high to very high vulnerability levels are concentrated in the eastern and southeastern parts of Bandung City, while the northwestern and northern regions tend to have lower vulnerability levels.
The resulting map was integrated into a WEBGIS platform to ensure broad accessibility and serve as a reference for increasing awareness, public education, and spatial planning that is more adaptive to flood risks.
Keywords: GIS, WEBGIS, flood vulnerability, weighted overlay, Bandung City
| S250929014 | 607.2 NUG p | Perpustakaan STMIK AMIKBANDUNG | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain