Novel
TEMPURUNG
Perempuan-perempuan dalam Tempurung terjebak dalam ikatan suci yang ganjil. Mereka berhadapan dengan kemerdekaan atas tubuhnya, persoalan aga- ma, budaya, dan norma masyarakat.
Perempuan-perempuan yang berhadapan dengan ba- nyak ironi: mereka menginginkan ketenangan, anak, dan suami di tengah kejengahan institusi keluarga; mereka mencari cinta, kasih sayang di antara ambigu- itas dan kegamangan hidup; mereka ingin merdeka menentunkan hidup dan impian di antara hal-hal yang membuatnya takut akan hidup itu sendiri.
Perempuan-perempuan yang kadang gagap berhadapan dengan tubuhnya sendiri. Perempuan-perem- puan yang kadang tak mengenal dirinya sendiri. Perempuan-perempuan yang kemudian bertanya: menjadi perempuan anugerah, ataukah kutukan?
| B250818006 | 813 OKA t | Perpustakaan STMIK AMIKBANDUNG | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain