Text
KITA DAN MEREKA : Perjalanan Menelusuri Akar Identitas dan Konflik Manusia
Agustinus Wibowo membawa kita ke dalam perjalanan yang tak hanya menelusuri peta dunia, tetapi juga peta hati dan pikiran.Sebagai wangaIndonesia keturunan Tionghoa, dia pernah mengalami diskriminasi dan rasisme pada waktu muda, pengalaman yang membangkitkan pertanyaan mendalam tentang identitas. Buku ini adalah hasil pencariannya akan jawaban-jawaban tersebut-sebuah ekspedisi yang menggabungkan perjalanan fisik, memori sejarah, dan eksplorasi spiritual.
Melalui 13 bab memikat, Agustinus mengajak pembaca menyelami masalah identitas dan konflik manusia. Mulai dari tembok yang memisahkan bangsa, mitos yang membentuk peradaban, hingga pertarungan ideologi dalam era globalisasi. Setiap halaman adalah refleksi dari perjalanan pribadi penulis dalam memahami siapa dirinya.
Buku ini lebih dari sekadar analisis akademis; ini adalah narasi pribadi yang penuh dengan pencarian dan pertanyaan. Dengan gaya penulisan menawan dan wawasan mendalam, Agustinus tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga bagian dari jiwanya. Kita dan Mereka adalah buku yang akan menggugah setiap pembaca untuk mempertanyakan, merenungkan, dan akhirnya memahami kompleksitas identitas diri mereka di dunia yang serbacepat dan penuh per- tentangan ini.
"Buku ini mengingatkan kita bahwa identitas itu hanya sebuah ilusi. Karya ini menjadi penuntun bagi kita untuk mendalami diri dan mengupas lapisan-lapisan ilusi kehidupan; sampai kita mampu mencapai kebenaran dan realitas yang sesungguhnya.” -Desi Anwar, Senior Anchor dan Direktur CNN Indonesia
"Buku ini mengajak kita berpikir ulang tentang makna identitas yang sebenarnya. Agustinus dengan cermat mendobrak sekat-sekat pemikiran yang sering kali menjadi ́penjara’ bagi relasi antarmanusia. Sebuah buku yang wajib dibaca." -Haidar Bagir, penulis buku Islam Tuhan, Islam Manusia
"Dengan membaca buku ini, kita akan sadar bahwa semakin memahami bagaimana diri dan identitas kita terbentuk, semakin kita akan meluruhkan batas-batas yang selama ini terimajinasikan namun sesungguhnya tidak pernah berdiri kokoh sebagai kenyataan." -Iqbal Aji Daryono, esais, penulis buku Lelaki Sunni di Kota Syi'ah
| B250714005 | 158.1 ADI t | Perpustakaan STMIK AMIKBANDUNG | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain